ClisteFiction

The Babysitter

Rumah mungil di sudut jalan itu hampir bisa dibilang kosong. Tak ada seorangpun di sana selain seorang babysitter dan bayi gendut yang dipercayakan kepadanya oleh sepasang suami-istri pekerja yang bergaji tak seberapa. Mereka tak dapat meninggalkan pekerjaannya meski demi anaknya sendiri karena sudah terlanjur masuk dalam jerat kreditan rumah, dan mobil, dan beberapa set panci, dan sprei, dan ah… biasanya benda kreditan bakal bertambah lagi setiap tanggal tua. Terlebih semenjak bayi lucu yang selalu dalam timangan sang babysitter itu hadir dalam hidup mereka. Biaya susu, ongkos popok, dan lain sebagainya (juga gaji bulanan untuk babysitter kita) membuat Juragan Nyonya yang suka lapar mata tiada daya untuk menolak tawaran kredit ini dan itu.

“Tak masalah. Yang penting gajiku lancar,” begitu pikir sang babysitter. Ia berketetapan dalam hati kalau sampai gajinya tersendat, apalagi tersunat, ia akan langsung pulang ke desanya meninggalkan Juragan Bayi sendirian di rumah. Tentu Juragan Bayi akan kelaparan dan menangis tiada henti hingga Juragan Nyonya atau Juragan Tuan pulang dari kantor dan menyiapkan sebotol susu hangat untuknya. Mungkin Juragan Bayi bakal diculik orang untuk kemudian dijual ke Malaysia. Mungkin bakal datang anjing liar, lalu memakan kakinya, atau hidungnya, atau…

Hal-hal yang mengerikan sudah terlintas semua dalam benaknya, tapi ia harus profesional. Seorang babysitter tak boleh terlalu terikat secara emosional dengan anak yang dirawatnya. Karena toh itu anak bukan anaknya. Lagipula untuk apa dia jadi babysitter kalau bukan untuk uang?! Jadi meski sebetulnya dalam hati ia sangat menyayangi Juragan Bayi, tapi kalau tak digaji, rasa sayang itu harus dicabut dari hatinya dan dibuang ke peron terminal kota.